Kuli Bangunan Asal Surabaya Meninggal saat Jaring Ikan di Rawa Bandara Ngurah Rai

06 November 2023 13:15:53 Wita | 126 views
Gambar

Polres Bandara- Seorang pria bernama Narimo, 57, didapati meninggal di Rawa TPA Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kuta, Badung pada Sabtu (4/11) petang. Hal itu menimpanya di sela-sela kegiatan menjaring ikan.

 

Kasat Reskrim Iptu Rionson Ritonga seijin Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai AKBP Ida Ayu Wikarniti, S.E. membenarkan kejadian itu. Dijelaskan, korban menjaring ikan bersama temannya berinisial S, 53, di tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 16.30.

 

Berselang 30 menit kemudian dua kuli bangunan itu menjalankan aktivitasnya, tiba-tiba Narimo mengeluh capek. Lalu, pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur tersebut berbaring di pinggir rawa. "Korban bilang kepada temannya akan istirahat," ujarnya, Minggu (5/11).

 

Sementara itu, S melanjutkan menjaring ikan. Beberapa saat kemudian, S istirahat dan sempat merokok di sisi timur rawa. Berikutnya sekitar pukul 17.30, pria paro baya itu pun menghampiri korban dan untuk membangunkannya.

 

Namun, Narimo tidak bergerak atau merespon sama sekali. S khawatir akan hal tersebut lantas meraba denyut nadi dan dada dari pria yang tinggal di kawasan Nusa Dua, Kuta Selatan itu. Tak disangka ternyata denyut nadinya sudah tidak ada. "Kondisi tubuh korban kala itu sudah terasa dingin," tambahnya.

 

Menyadari kemungkinan Narimo telah meninggal dunia, saksi asal Klaten, Jawa Tengah ini lalu memanggil orang-orang yang memancing di sekitar rawa. Setelah itu, korban di angkat bersama-sama keluar dan dibaringkan di pinggir rawa sisi timur.

 

Selanjutnya, peristiwa ini dilaporkan oleh S ke Sequriti Angkasa Pura dan diteruskan ke Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dari hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah Narimo dan Olah TKP oleh Sat Reskrim, tidak ditemukan luka kekerasan apapun.

 

"Sehingga, penyebab korban meninggal diduga karena sakit," ucapnya. Berikutnya jenazah Narimo dievakuasi menuju ke RS Prof Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari penelusuran, diketahui bahwa korban tinggal di Bali hanya seorang diri tanpa ada keluarga. (hms23)