Kepolisian Daerah Bali

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

REFORMASI BIROKRASI POLRI GELOMBANG II (2011-2014)

REFORMASI BIROKRASI  GELOMBANG II  dilaksanakan dengan 3 sasaran dan 8 Area perubahan yang meliputi
1.Sasaran Reformasi Birokrasi yaitu :

  • Terwujudnya  pemerintahan yang bersih dan bebas KKN
  • Terwujudnya  peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat
  • Meningkatnya kapabilitas dan akuntabilitas  kinerja Birokrasi

2.8 Area perubahan yaitu :

  1. ORGANISASI
  2. TATA LAKSANA
  3. PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
  4. SDM APARATUR
  5. PENGAWASAN
  6. AKUNTABILITAS
  7. PELAYANAN PUBLIK
  8. MIND SET DAN CULTURE SET APARATUR

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi pencapaian Polri pada program Reformasi Birokrasi gelombang I, serta dengan mengacu pada arahan Tim Reformasi Birokrasi Nasional dimana terdapat 9 program mikro    (sesuai Permen PAN-RB Nomor 20 Tahun 2010 ), dan integrasi dengan acuan strategis Polri dalam Grand Strategy Polri Tahap II Partnership Building, Renstra Polri 2010 – 2014, dan Program Revitalisasi Polri, maka Polri telah membentuk Tim Reformasi Birokrasi Polri Gelombang II Tahun 2011 – 2014, yang terdiri dari Tim Pengarah, Tim Quality Assurance dan Tim Pelaksana.

Tim Pelaksana RBP Gelombang II ini terdiri dari 9 Tim, yang masing - masing bertanggungjawab terhadap   pelaksanaan 9 program Reformasi Birokrasi sesuai Permen PAN dan RB Nomor 20 Tahun 2010, termasuk didalamnya program monitoring dan evaluasi. Tim Pelaksana RBP gelombang II kemudian menyusun Dokumen Usulan Reformasi Birokrasi Polri Gelombang II Tahun 2011 - 2014 untuk disampaikan kepada Tim Reformasi Birokrasi Nasional, sebagai acuan pelaksanaan program Reformasi Birokrasi di lingkungan Polri.

9 Program Reformasi Bikrokrasi Polri Gelombang II adalah :

  1. PENATAAN DAN PENGUATAN ORGANISASI
  2. PENATAAN TATA LAKSANA
  3. PENATAAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN
  4. PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK
  5. PENATAAN SISTEM MANAJEMEN SDM APARATUR
  6. TRASFORMASI BUDAYA / PERUBAHAN
  7. PENGUATAN PENGAWASAN
  8. PENGUATAN AKUNTABILITAS KINERJA
  9. MONITORING, EVALUASI & PELAPORAN

Dari 9 program RBP gelombang II tersebut diatas, hasil yang diharapkan masing-masing program adalah :

  1. Terbangunnya organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran
  2. Terbangunnya sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, terukur dan sesuai Good Governance
  3. Regulasi yang lebih tertib, tidak tumpang tindih dan kondusif
  4. Terwujudnya kemampuan lembaga dalam memberikan pelayanan prima
  5. Terbangunnya kualitas SDM aparatur berintegritas, profesional, modern dan sejahtera
  6. Ada perubahan mind set dan culture set, & birokrasi dengan integritas & kinerja tinggi
  7. Meningkatnya penyelenggaraan fungsi kepolisian yang bersih dan bebas KKN
  8. Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja
  9. Terselenggaranya program RBP gelombang II sesuai dengan standar Reformasi Birokrasi Nasional

Dari 9 program RBP  gelombang II, yang menjadi acuan dan kerangka kerja dalam merumuskan tujuan, target, dan faktor-faktor keberhasilan dari Reformasi Birokrasi Polri adalah terbentuknya dokumen strategi manajemen perubahan. 
Manajemen perubahan  yang meliputi perubahan mind set dan culture set menjadi  bagian dari Reformasi birokrasi yang paling sulit diwujudkan. Namun demikian Polri telah melakukan beberapa upaya dalam rangka perubahan mind set dan culture set melalui pelatihan-pelatihan psykology dengan sistem ketok  tular .

Sasaran perubahan Mind set dan Culture set Polri yang diharapkan antara lain :


Antagonis                         menjadi     Protagonis
Reaktif                               menjadi     proaktif
Legalitas                          menjadi     Legitimasi
Elitis                                  menjadi     Populis
Arogan                              menjadi     Huanis
Otoriter                              menjadi    Demokratis
Tertutup                             menjadi    Transparan
Akuntabilitas vertikal       menjadi    Akuntabilitas Publik
monologis                        menjadi    Dialogis