“anggota Polres Tabanan Yang Beragama Hindu Laksanakan Persembahyangan Purnama Bersama”

12 August 2022 11:25:15 Wita
Gambar

Polda Bali Polres Tabanan – Humas,  Dalam rangka pembinaan Personel, khususnya bagi anggota Polres Tabanan yang beragama Hindu, yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran keimanan dan untuk mempertebal ketakwaan terhadap Tuhan yang Maha Essa. 


Seijin Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Canda, SIK., MH, pada Jumat 12 Agustus 2022 pagi yang bertepatan dengan Hari suci Purnama sasih Karo, anggota Polres Tabanan yang beragama Hindu, melaksanakan kegiatan persembahyangan bersama di Pura Kerta Buana Polres Tabanan.


Persembahyangan bersama di pimpin  oleh Jero Mangku pura setempat I Gede Budana, dikoordinasikan oleh Kabag SDM Polres Tabanan Kompol Ni Ketut Seni Paniyantini, S.H., M.H., diikuti para Perwira, Brigadir dan PNS Polri yang beragama Hindu, dimaksudnya untuk pembinaan mental spritual personel, memohon cahaya suci, kesempurnaan, berkah dan karunia Ide Hyang Widi, agar dalam melaksanakan tugas diberikan tuntunan, kesehatan dan kemudahan dan juga memohon pandemic covid – 19 ini segera berakhir.


Diakhir kegiatan persembahyangan Kabag SDM Kompol Ni Ketut Seni Paniyantini, S.H., M.H., mengatakan “hari suci Purnama bagi umat Hindu khususnys di Bali  diyakini dan dipercaya  hari yang sangat baik untuk memuja Ida Sang Hyang Widi dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Candra ( Dewa kecemerlangan ). 


Maka dari itu disela-sela kesibukan kita dalam melaksanakan tugas, kita sempatkan untuk sejenak Hening Cipta, sujud bhakti melakukan persembahyangan kerana bertepatan pada Hari suci Purnama atau saat bulan penuh (Sukla Paksa) kita memuja Ida Sang Hyang Widi dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Candra sebagai dewa kecemerlangan dan untuk memohon cahaya suci, kesempurnaan, berkah dan karunia, kegiatan seperti ini tentu salah satu upaya pembinaan personel khususnya bagi anggota yang beragama Hindu, Ucap Kabag SDM


Pelaksanaan Persembahyangan di awali dengan bersama-sama melantunkan Puja Mantram Trisandya, kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan Panca Sembah sesuai dengan konsep Persembahyangan yang dipimpin oleh Jero Mangku dan diakhiri dengan Nunas Air Suci (Tirta), Tutupnya.